Tips Menang Lomba Blog

Ada sebuah fenomena menarik yang saya amati terkait lomba blog. Banyak blogger atau peserta lomba blog yang mengirim artikelnya di saat-saat terakhir atau menjelang batas waktu pengiriman.

Mengapa para blogger lebih suka mengirim tulisannya di detik-detik akhir? Adakah keuntungan tersendiri dari strategi semacam ini?

Fenomena ini membuat saya teringat masa-masa sekolah dulu. Jika ada ulangan atau ujian, sebagian besar siswa mengumpulkan lembar jawaban menjelang bel berbunyi, tanda waktu ujian sudah selesai. Tujuannya apa?

Ada yang ingin mengoreksi jawabannya dulu.Ada yang menunggu contekan dari teman. Ada yang memang belum selesai menjawab semua soal. Ada pula yang malu, jika nanti mengumpulkan terlebih dahulu, pasti disorakin dan dianggap sok pintar.

Benar kan? Macam-macam alasannya, tapi pada dasarnya semua kembali pada satu masalah: Tidak percaya diri dengan jawabannya sendiri.

Begitu pula saat mengikuti blog competition. Sepertinya ada rasa kurang percaya diri jika menulis dan menayangkan artikelnya di awal periode lomba. Bagaimana jika ada artikel lain yang lebih bagus? Bagaimana bila ada informasi yang kurang dalam artikelnya? Dan berbagai pertanyaan meragukan lainnya.

Tips menang lomba blog

Setiap blogger tentunya ingin menang lomba blog, dan untuk bisa menang, artikelnya harus dibuat sebaik mungkin. Salah satu tips menang lomba blog yang paling umum adalah dengan mengintip artikel peserta lainnya.

Kita ingin tahu bagaimana peserta lain membuat artikelnya, bagaimana metode penulisan, gaya bahasa, hingga detil informasi yang mereka sajikan. Apakah peserta lain itu memakai infografis, memakai ilustrasi dan gambar pendukung, menggunakan data, atau menayangkan video pendek yang berkaitan.

Dengan mengantongi informasi ini, kita berharap artikel yang kita tulis nanti lebih lengkap. Lebih komprehensif, lebih detil dan tentu saja lebih bagus sehingga peluang menang lebih besar. Tapi, apakah ini berarti bisa menjamin artikel yang kita tulis bisa menang lomba blog?

Belum tentu, dan tidak semudah itu. Tergantung dari jenis lomba blog-nya, dan faktor-faktor penilaiannya. Berikut sedikit tips supaya bisa menang lomba blog.

Menulis Artikel di akhir periode lomba blog

Jika mengikuti lomba blog tematik, strategi menulis di akhir periode bisa memperbesar peluang menang. Dengan syarat artikel kita benar-benar berkualitas, dan memiliki unsur pembeda dengan artikel yang sudah dikirimkan terlebih dahulu. Karena penilaian blog competition jenis ini sepenuhnya subyektif.

Dengan menulis artikel di akhir periode, kita bisa mengamati artikel-artikel pesaing lebih dulu. Melihat titik lemah tulisan mereka. Kemudian kita tutupi titik lemah itu dengan data atau informasi lain dalam artikel kita sendiri.

Mungkin artikel peserta lain itu datanya lengkap, tapi tidak ada infografisnya. Atau sudah dilengkapi infografis dan gambar pendukung, tapi datanya kurang, dan penyampaian informasinya membosankan. Kita bisa memperbaiki apa yang kurang dari artikel peserta lain itu dan menjadikannya nilai tambah dalam artikel kita sendiri.

Menulis Artikel di awal periode lomba blog

Tapi jika kita ikut blog competition jenis kontes SEO, ada unsur penilaian SEO-nya, atau ada faktor penilaian jumlah lalu lintas kunjungan dan komentar pengunjung, menulis di awal periode kompetisi adalah strategi yang bagus. Ini karena mesin pencari (biasanya yang dijadikan patokan adalah Google Search butuh waktu yang cukup lama untuk bisa mengindeks artikel kita.

Jika kita menulis dan menayangkan artikel yang dilombakan di akhir periode, kemungkinan besar artikel tersebut ada di urutan terakhir dari daftar pencarian di mesin pencari. Faktor penilaian SEO pada artikel kita pun menjadi minus, dan peluang untuk menang lomba blog semakin kecil.

Begitu pula jika unsur penilaiannya adalah lalu lintas kunjungan dan komentar pengunjung. Dengan menulis dan menayangkan artikel di akhir periode, traffic blog dan komentar dari pengunjung bisa jadi sedikit. Meskipun kita sudah berusaha keras dengan membagikannya di media sosial dan merayu follower untuk berkunjung dan berkomentar.

Andaipun dalam waktu yang singkat itu traffic kita melonjak tajam, dan banyak komentar yang masuk, biasanya juri akan melihat distribusi waktunya. Apakah traffic itu didapatkan dari hasil pencarian organik atau dari hasil klik di tautan media sosial. Apakah komentar yang masuk terdistribusi dalam waktu yang bersamaan/berdekatan ataukah normal.

Karena itu, lomba blog jenis kontes SEO dan penilaian jumlah traffic pengunjung biasanya memiliki periode lomba yang lebih lama. Berbeda dengan lomba blog jenis tematik yang biasanya diselenggarakan dalam jangka waktu satu bulan saja.

Bagaimana bila kita menulis dan menayangkan artikelnya di tengah periode saja?

Bisa jadi ini strategi yang paling bagus yang bisa diterapkan di kedua jenis lomba blog. Dengan strategi ini, kita bisa mengamati artikel peserta lain dan membuat artikel yang lebih berkualitas. Sekaligus masih memiliki waktu yang cukup untuk menanam artikel itu dalam indeks mesin pencari dan mendapatkan traffic serta komentar pengunjung.

Meski begitu, bukan berarti strategi ini tanpa kelemahan. Bayangkan bila semua peserta menerapkan strategi ini. Di awal periode lomba, tidak ada artikel yang ditayangkan. Seolah semua peserta sedang menunggu artikel pemicu, dan menyimpan draft tulisan masing-masing.

Tak ada satupun artikel yang bisa diintip dan dipelajari. Jika sudah seperti ini, apa yang harus kita lakukan? Apakah kita akan terus menunggu hingga menjelang akhir periode? Atau kita tayangkan saja tulisan yang sudah kita buat draftnya?

tips memenangkan lomba menulis,cara menang lomba menulis,tips menang lomba blog,cara menang lomba blog,strategi menang lomba blog,cara memenangkan lomba blog,tips blog,tips menang lomba menulis,tips menang lomba menulis essay,tips menang lomba menulis cerpen,

Tips menang lomba blog adalah Percaya Diri

Sebenarnya tidak ada rumus pasti untuk bisa menang lomba blog. Tapi ada satu tips menang lomba blog yang sederhana, yang mungkin bisa membuat peluang menang lomba semakin besar. Apakah itu?

Jawabannya (boleh diikuti atau tidak): Percaya diri saja dengan tulisan yang sudah kita buat. Percayalah tulisan/artikel yang kita buat itu adalah hasil terbaik dari usaha kita. Percayalah artikel kita tersebut memiliki kualitas lebih, mempunyai nilai pembeda dari artikel-artikel peserta lainnya.

Apabila juri berkata lain, jangan pernah menyesali hasil tulisan kita. Tetaplah menganggap tulisan kita itu sudah baik, sembari belajar dan mengamati hasil karya milik pemenang lomba. Mungkin ada kekurangan yang kelak bisa kita tambahkan, sehingga nanti kita bisa menghasilkan artikel dengan kualitas yang lebih baik lagi dan memenangkan sebuah kompetisi.

Dengan memiliki rasa percaya diri, kita tidak akan takut untuk menulis dan menayangkan artikel di awal periode, meski itu jenis lomba blog tematik. Percaya atau tidak,  ada satu kepuasan tersendiri jika artikel kita ditayangkan lebih awal. Setidaknya tulisan kita tersebut bisa menjadi contoh dan pemicu bagi orang lain untuk menulis lebih baik dari kita.

Menulis adalah kepuasan, dan memenangkan lomba itu nilai lebih yang harus disyukuri.

6 Comments

  1. Pingback: Himam Miladi - Creative Content Writer

  2. Pingback: 30 Blogger Terbaik Berbagi Tips Menang Lomba Blog. Ada Nodi Harahap juga Lho - Blog Kang Amir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *