Menerapkan Strategi Marketing Langit dalam Bisnis

Dalam ilmu Marketing Bumi, kita mengenal berbagai macam strategi. Mulai dari Content Marketing, Copywriting, Social Media Marketing, Covert Selling, Cross Selling dan lain sebagainya. Namun, sebagus apapun dan sebanyak apapun ilmu Marketing Bumi, tidak akan banyak berarti jika kita tidak memiliki ilmu dan strategi Marketing Langit.

Memangnya Ada Ilmu dan Strategi Marketing Langit?

Ada, dan malah sangat mudah untuk dipelajari dan diterapkan.

Sekarang, saya akan mengajak anda sekalian kembali ke masa 1400 tahun yang lalu, dan mendarat di bumi Arab. Di sanalah sumber ilmu Marketing Langit itu berasal.

Siapa sumber ilmu dan teladan untuk belajar ilmu Marketing Langit itu?

Rasulullah SAW dan para sahabatnya.

Semasa hidupnya, Rasulullah SAW termasuk pedagang yang sukses. Beberapa sahabat r.a juga tergolong pengusaha besar, masuk kelompok konglomerat kalau menurut ukuran sekarang.

Sebut saja Abu Bakar, Usman bin Affan, Abdurrahman bin Auf, Suheil bin Sinan, dan masih banyak sahabat Rasulullah lainnya. Harta mereka, jika dikonversikan sekarang mencapai milyaran rupiah.

Ini Harta lho, bukan Omzet. Padahal produk yang mereka jual juga nggak macam-macam. Ada yang cuma jual kain, ada yang cuma jual madu, ada yang cuma jual hewan ternak, ada yang jual hasil kebun.

Tapi mereka berhasil. Dan kesuksesan perdangangan mereka juga tidak memakai strategi marketing seperti yang kita kenal saat ini.

Apa Rahasia dan Strategi Marketing yang Mereka Gunakan?

Setiap orang mungkin bisa memiliki tafsir sendiri-sendiri terhadap kesuksesan perniagaan yang dilakoni Rasulullah dan para sahabatnya. Yang jelas, ada satu kesimpulan yang bisa kita ambil pelajarannya dari kesuksesan bisnis Rasulullah dan para sahabatnya tersebut.

Saat berbisnis, Rasulullah dan para sahabatnya memakai strategi marketing langit. Strategi inilah yang jarang digunakan para pebisnis, para pelaku usaha sekarang ini.

Strategi marketing langit yang digunakan Rasulullah dan para sahabat itu namanya “Akhlak”.

Bisnis bukan hanya tentang strategi pemasaran. Bisnis bukan hanya tentang jual beli. Bisnis bukan hanya tentang untung rugi, laku banyak atau sedikit. Bisnis itu tentang mental yang membutuhkan akhlak.

Saat berbisnis, Rasulullah akhlaknya terpuji, sampai digelari Al-Amin. Begitu pula dengan para sahabat. Sekarang coba pikirkan kembali konsep akhlak ini dalam dunia bisnis.

Siapa sih pembeli yang tidak suka, jika sikap dan akhlak penjualnya terpuji? Sebaliknya, tidak ada pembeli yang suka jika sikap penjual seenaknya sendiri, akhlaknya buruk.

Berbisnis dengan Akhlah yang Terpuji

Dalam berbisnis, yang dibutuhkan seorang penjual adalah pembeli. Maka, janganlah jadi penjual yang ketus, sombong, angkuh, pamer. Sikap seperti ini tidak disukai oleh Sang Pemilik Langit dan Bumi. Nah, jika sikap kita tidak disukai pembeli dan Pemberi Rezeki, apakah ada jaminan bisnis kita akan lancar, dagangan kita akan laku banyak?

content marketing,social media marketing,copywriting,cross selling,strategi marketing langit,strategi marketing,strategi pemasaran,

Ada orang yang membeli, bersikaplah ramah. Ada orang yang hanya bertanya dagangan kita, jawablah dengan terpuji. Ada yang sudah tanya-tanya tapi tidak jadi membeli, tetaplah tersenyum kepadanya. Beli nggak beli, ramah ke semua orang itu harus menjadi sikap kita.

Bisnis itu memerlukan akhlak. Jika dalam menjalankan bisnis skala kecil saja akhlak kita tidak baik, bagaimana kita pantas menjalankan bisnis yang lebih besar?

Jangan kita katakan si pembeli itu PHP, bisa jadi cara jualan kita yang masih salah.Jangan kita caci orang yang telat transfer, bisa jadi mereka ada keperluan. Janganlah kita hina-hina calon pembeli di status-status postingan. Buat apa? Belum tentu mereka baca.

Sudahlah, bagaimana cara mereka memperlakukan kita itu urusan mereka dengan Allah.Tapi kita juga punya urusan dengan Allah. Kita akan dimintai pertanggung-jawaban tentang bagaimana kita memperlakukan pembeli.

Kita boleh punya ribuan strategi untuk berjualan. Tapi pastikan terselip akhlak yang mulia disana. Omzet itu hanya angka. Yang lebih bernilai dari itu adalah pahala.

Kita lebih butuh pahala dibanding dagangan kita laris. Dan lebih enak lagi jika dagangan kita laris juga berbuah pahala.

Maka, terapkan strategi marketing langit ini dalam bisnis kita. Jadilah penjual yang punya akhlak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *