Pengertian Content Writer dan Keterampilan Yang Dibutuhkan

Banyak yang sekedar beranggapan pengertian Content Writer itu seorang yang menuliskan konten atau membuat artikel tentang sebuah produk barang atau jasa. Tidak salah sih, karena makna harfiahnya memang seperti itu. Tapi, jika ditelisik lebih jauh, pengertian content writer tidak sesederhana makna harfiahnya tersebut.

Pengertian Content Writer dan Content Writing

Secara umum, pengertian content writer atau penulis konten adalah penulis profesional yang menghasilkan konten yang menarik untuk digunakan secara online. Konten yang ditulis ini termasuk naskah untuk marketing, e-book, podcast, atau teks untuk grafik. Seorang content writer menghasilkan konten untuk berbagai jenis situs web, termasuk blog, jejaring sosial, situs e-commerce, agregator berita, hingga situs web perguruan tinggi.

Selain menulis konten, content writer bisa juga dituntut untuk bertanggung jawab untuk memastikan halaman web dan konten situs terhubung. Meskipun di beberapa tempat fungsi kerja ini dilakukan oleh seorang web creator, web developer atau content developer.

Penulis konten juga bertanggung jawab untuk mengatur nada keseluruhan situs. Mereka mengerjakan tugas ini dengan meneliti dan memutuskan informasi apa yang akan dimasukkan atau dikecualikan dari situs.

Menulis konten (Content Writing) berarti menuliskan isi dari sebuah informasi tentang perusahaan dan atau produk serta layanannya secara terperinci. Konten yang berkualitas dimaksudkan untuk menarik perhatian dari pembaca potensial dan pada akhirnya akan mengambil tindakan.

Pengertian Content Writer dalam Dunia Bisnis

Dalam dunia bisnis, penulisan konten yang berkualitas juga bertujuan untuk memberi edukasi pada pembaca tentang apa yang ingin ditawarkan oleh perusahaan, baik itu produk dan atau layanan jasa. Beberapa contoh platform untuk Content Writing adalah Blogging, SEO Script, Newsletters, News Feed di laman Facebook atau Twitter. 

Namun, dibalik pengertian content writer dan tujuan dari penulisan konten ini, ada beberapa rahasia yang jarang diungkapkan. Pada dasarnya, content writer adalah jenis profesi hibrida. Hasil dari perkawinan silang antara pekerjaan menulis dan keahlian bidang tertentu sesuai dengan spesifikasi perusahaan.

Sebagai contoh, seorang penulis konten yang membuat konten untuk kursus matematika online mungkin memerlukan pengetahuan yang mumpuni dalam matematika di samping menunjukkan keterampilan menulis yang solid.

Content Writer adalah penulis sekaligus pemasar

Selain itu, penulis konten juga diharapkan bisa memasarkan/menjual. Jadi, penulis konten itu tidak sekedar menulis informasi produk/layanan perusahaan saja saja. Dia dituntut untuk mampu memasarkan dan menjual produk atau layanan dari brand yang dia tuliskan informasinya untuk menghasilkan bentuk output tertentu.

Sederhananya, penulis konten itu seorang penulis sekaligus marketing yang memasarkan produk/jasa melalui narasi tulisan-tulisannya, baik itu di platform blog, email atau media sosial lainnya.

pengertian content writer,arti content writer,definisi content writer,content writer adalah,content writing,perbedaan content writer dan copywriter,perbedaan content writer dan content marketer

Melalui konten yang dia buat, seorang content writer perlu memastikan semua metrik yang berharga – lalu lintas kunjungan, keterlibatan, pengikut, atau pendaftaran anggota baru – berada pada tren naik yang stabil.

Dengan kata lain, tujuan akhir seorang content writer adalah memperkenalkan sekaligus memasarkan produk atau brand perusahaan melalui isi konten yang dibuatnya untuk menghasilkan output berupa minat atau tindakan dan mengarahkan lalu lintas internet ke situs atau media sosial dari perusahaan.

“Konten dibuat untuk mendorong tindakan. Kata-kata disusun oleh penulis untuk kesenangan pembaca. “

– Jonathan Greene

Itu sebabnya menjadi content writer yang bagus dan profesional itu tidak mudah. Salah satu keahlian yang harus dimiliki seorang content writer yang baik adalah menulis persuasif.

pengertian content writer,arti content writer,definisi content writer,content writer adalah,content writing,perbedaan content writer dan copywriter,perbedaan content writer dan content marketer,keterampilan content writer

Ada 4 kemampuan persuasif yang harus dimiliki seorang content writer:

  • Content writer harus mampu menempatkan ajakan bertindak (Call to Action) di akhir setiap tulisan kontennya.
  • Content writer harus mampu mengundang pembaca untuk mengunjungi halaman kontak atau media sosial dari perusahaan.
  • Content writer harus bisa membujuk pembaca meninggalkan alamat email untuk mendaftar newsletter atau mengunduh tawaran konten.
  • Content writer juga harus mampu menautkan pembaca dengan cerita lain yang relevan agar tetap terlibat dan membaca di blog perusahaan.

Pedoman dan Batasan Seorang Content Writer

Selain kemampuan persuasif tersebut, saat membuat konten seorang content writer juga tidak bisa seenaknya saja menulis bebas. Ada pedoman dan batasan tertentu yang harus dipatuhi, yang biasanya disampaikan dalam briefing editorialnya.

Pedoman dan batasan itu antara lain:

  • Content writer dilarang menyebut brand pesaing.
  • Konten yang ditulis tidak boleh terlihat memprovokasi produk lain.
  • Content writer diminta untuk mempertahankan nada positif, membantu, dan optimis terhadap pemakaian produk atau jasa.
  • Bila perlu, content writer harus terdengar seperti seorang teman bagi audiens yang ditargetkan perusahaan.
  • Content Writer harus terus-menerus berkomunikasi bahwa produk yang sedang dia informasikan itu adalah yang terbaik tanpa harus membandingkan dengan produk lain.
  • Seorang content writer  juga harus pandai berpura-pura menjadi seorang yang ahli tentang topik yang sedang dia tuliskan meskipun dia tidak sepenuhnya paham dengan topik tersebut.

Beberapa perusahaan bisnis memang ada yang memisahkan deskripsi kerja antara content writer dengan content marketer. Content writer ditugaskan untuk menulis konten saja. Sementara bagian pemasarannya dilakukan oleh content marketer atau tim marketing lain (apapun sebutannya).

Tapi, jika konten yang dibuat oleh si content writer tidak mengandung nada persuasif atau ajakan dan bujukan pada pelanggan, kerja tim marketing juga akan sulit. Bagaimana bisa menjual sementara isi konten datar-datar saja, tidak ada upaya untuk mengajak pembacanya bertindak?

Contoh kasus Content Writer sekaligus Content Marketer

Misalnya, Sales atau Marketing berkata pada calon pembeli potensial, “Untuk informasi lebih lengkap, Bapak/Ibu bisa membacanya di website perusahaan kami.”

Meskipun belum berhasil closing (menutup penawaran) dalam bentuk penjualan secara langsung, setidaknya Sales tersebut sudah mampu closing dalam bentuk mengajak calon pembeli itu untuk membaca informasi di situs perusahaannya.

Ketika calon pembeli berkunjung dan membaca informasi di situs perusahaan, ternyata dia mendapati konten yang ada disana isinya biasa saja. Konten yang dibuat tidak berhasil membujuk calon pembeli tersebut untuk melakukan tindakan yang diharapkan.

Entah itu langsung membeli, bertanya-tanya melalui fitur percakapan yang disediakan, atau sekedar meninggalkan alamat email untuk  kemudian berlangganan Newsletter. Hilang sudah satu peluang besar yang bisa ditangkap.

Ini artinya, content writer gagal dalam memasarkan produk perusahaannya melalui konten yang dia tuliskan tersebut. Dia memang bisa menulis (seperti tulisan bebas atau kreatif), tapi tulisannya itu tidak mampu membuat pembacanya mengambil tindakan yang diinginkan perusahaan.

Kesimpulan

Itu sebabnya saya berpendapat, seorang content writer juga harus mampu menjadi sales atau marketing. Seorang penulis bisa saja menulis artikel yang bagus. Tapi jika tidak ada dasar-dasar persuasif dan marketing dalam tulisannya, dia belum bisa disebut content writer.

Karena keahliannya yang kompleks ini, seorang content writer layak mendapat imbalan yang tinggi. Menurut catatan U.S Bureu of Labor Statistic, penulis konten di Amerika Serikat rata-rata memperoleh pendapatan tahunan sebesar US $69,130 per laporan bulan Mei 2015. Silahkan dikonversi sendiri dalam nominal rupiah.

Tulisan ini sudah dimuat di Kompasiana

One Comment

  1. Pingback: Menerapkan Strategi Marketing Langit dalam Bisnis - Creative Content Writer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *