8 Ide Pembuka Artikel Yang Baik

Cuma butuh maksimal 20 detik untuk menilai artikel itu menarik untuk dibaca atau tidak.

Mengapa banyak orang yang tidak suka membaca esai?

Karena tidak menarik dan membosankan.

Bagaimana kamu tahu esai itu tidak menarik kalau belum membaca sampai titik terakhir?

Dari paragraf pertama lah. Kalau paragraf pertama saja tidak menarik, buat apa dibaca sampai tuntas?

Pengertian Kait sebagai Pembuka Artikel

Nah, itulah maksud atau poin utama dari kutipan diatas. Saat membaca esai, secara tidak sadar kamu akan menilai esai itu menarik atau tidak dari pembuka artikel atau kalimat pertama yang disajikan penulisnya. Seperti kata sebuah iklan, “Pandangan pertama begitu menggoda.”

Seperti jawabanmu tadi, banyak orang yang tidak suka membaca esai karena tidak menarik dan membosankan. Supaya esai itu tidak membosankan dan bisa membuat pembacanya tetap tertarik untuk terus membaca sejak paragraf pertama, kamu membutuhkan pembuka artikel yang bagus, yang disebut “Hook/Kait”.

pembuka artikel yang baik,ide pembuka artikel yang baik,pembuka artikel,contoh pembuka artikel,kalimat pembuka artikel,kalimat pembuka artikel yang baik,paragraf pembuka artikel,kata pembuka artikel

Seperti namanya, Hook atau Kait digunakan supaya pembaca tetap terikat pada artikel kita dan terus membaca sampai selesai. Kalimat pembuka artikel yang baik bisa membuat mereka tidak mengalihkan pandangan dari teks dalam tulisan yang kita buat. Karena itu, dalam menyusun pengantar artikel, tawarkan suasana yang menarik atau misterius. Ciptakan suasana hati yang tepat, singgung tema atau konflik yang kontroversial.

8 Ide Pembuka Artikel Yang Baik

Berikut ini ada 8 ide pembuka artikel yang baik dan efektif untuk semua jenis tulisan. Pertimbangkan berbagai jenis “kait” ini dan pilih yang optimal untuk menulis pengantar atau kalimat pembuka.

1. Kutipan orang terkenal.

Mengutip kata-kata atau pernyataan dari kepribadian/sosok yang diakui tidak hanya segera menarik perhatian pembaca, tetapi juga bisa membawa rasa kredibilitas pada tulisanmu. Setidaknya pembaca akan menilai dirimu adalah orang yang gemar membaca sehingga kaya dengan literasi kutipan. Gunakan kutipan yang cocok dan relevan dengan topik tulisan. Misalnya:

“Jangan pernah mengatakan lebih dari yang diperlukan.” – Richard Brinsley Sheridan.

“Persiapan terbaik untuk besok adalah melakukan yang terbaik hari ini.” – H. Jackson Brown.

“Pengalaman Anda adalah pondasi untuk cerita Anda; imajinasi Anda mengambilnya dari sana. ” – J.R. Young.

“Jenius itu 1% inspirasi dan 99% keringat (kerja keras)” – Thomas Alfa Edison

2. Sebuah saran.

Biasanya saran atau nasehat lebih banyak ditempatkan di bagian penutup.  Namun, sama seperti kutipan, sebuah saran atau nasehat (dari dirimu sendiri atau orang lain) bila ditempatkan di awal bisa dengan segera menarik perhatian pembaca dan menambah kredibilitas. Contohnya:

“Jangan pernah membalas ketika kamu marah. Jangan pernah membuat janji saat kamu bahagia. Jangan pernah membuat keputusan saat kamu sedih ”;

“Jangan pernah membodohi diri sendiri hanya untuk membuat orang lain merasa nyaman”;

“Nasihat terbaik dalam dua baris kalimat: Diam adalah jawaban terbaik untuk semua pertanyaan. Tersenyum adalah reaksi terbaik dalam semua situasi ”.

3. Pernyataan yang kontroversial

Contohnya bisa dilihat dari artikel ini. Bisa saja saya membukanya dengan kalimat “Banyak orang tidak suka membaca esai..bla…bla..bla”.

Tapi saya memilih dengan pembukaan yang kontroversial, “Cuma butuh waktu 20 detik untuk menilai….”

Sekarang coba nilai sendiri, mana yang lebih menarik minat untuk dibaca, yang normatif dan biasa-biasa saja, atau yang kontroversial?

4. Fakta yang mengejutkan dan menarik

Sajikan fakta (benar-benar fakta lho ya, bukan cerita rekaan atau mitos) yang mengejutkan dan menarik. Tentu saja, fakta yang kamu sajikan harus relevan dengan topik dan bisa mendukung argumen secara logis.

Misalnya esai/artikel tentang pemasaran digital, kamu bisa menyajikan fakta seperti ini:

Untuk mencapai kesuksesan pemasaran digital dengan memanfaatkan strategi berbasis lokasi, sebagian besar profesional SEO berpengalaman mulai di tempat yang sama: membuat daftar Google Bisnisku (Google My Business).

5. Pertanyaan retoris

Sebuah artikel yang dibuka dengan pertanyaan retoris bisa menggugah keingintahuan pembaca dan membuat mereka tetap terpaku untuk terus membaca. Contohnya: “Kenapa orang harus repot-repot menggoyangkan kendaraan saat mengisi bahan bakar?”

Bagaimana jika…?

Bagaimana bisa…?

Apa artinya …?

Apa yang harus dilakukan jika …?

6. Pernyataan lucu

Artikel yang dibuka dengan pernyataan lucu dan menggelitik juga bisa menarik minat pembaca. Untuk memperkaya bahan-bahan kalimat lucu, kamu bisa mengutipnya dari meme-meme yang banyak beredar di media sosial. Untuk tema-tema seputar politik atau esai berdasarkan fakta yang sedang tren dan aktual, cobalah banyak membaca komentar-komentar di situs-situs berita.

Contohnya:

Matematika butuh ketakberhinggaan, Fisika butuh kekosongan sebagai solusi. Sedangkan Cinta, hanya butuh sejuta kesabaran agar bisa bersama Rangga kembali.

7. Data statistik

Contoh:

“Menurut data BNPB per 10 Oktober 2018, jumlah korban meninggal dalam bencana alam di Sulawesi Selatan mencapai 2.101 jiwa, jumlah korban hilang…”.

8. Menjelaskan latar belakang tema.

Pilihlah buku atau cerita yang menjadi dasar dari esaimu, dan gunakan sebagai pengantar. Dengan demikian, kamu akan bisa langsung mengantarkan pembaca pada inti/pokok tema tanpa harus melalui mukadimah yang panjang. Contohnya:

“Dalam buku ‘Steal Like an Artist, Austin Leon menjelaskan arti atau definisi kreatifitas. Kleon mengatakan,  “Apa yang dipahami oleh seorang seniman yang baik adalah bahwa tidak ada yang datang entah dari mana. Semua karya kreatif dibangun berdasarkan apa yang terjadi sebelumnya. Tidak ada yang sepenuhnya asli ”. “Setiap ide baru hanyalah gabungan dari satu atau lebih ide sebelumnya.”

Kait untuk Penutup Artikel

Selain digunakan sebagai pengantar artikel, pengait juga bisa digunakan untuk menutup esai. Apakah perlu? Ya, bagian penutup atau kesimpulan yang baik tidak hanya berisi ringkasan dari tulisan. Lebih dari itu, bagaimana caranya kita membuat pembaca merasa puas, tetapi di saat yang sama juga membangkitkan minat mereka untuk mengeksplorasi lebih banyak topik yang idenya terinspirasi dari artikel kita.

Tulisan ini sudah dimuat di Kompasiana

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *