Panduan Menulis Jurnal Ilmiah Untuk Pemula

Metode

Bagian yang cukup mengundang perdebatan dengan pembaca (atau penguji) adalah Metode (kadang-kadang disebut Bahan dan Metode).

Seperti namanya, dalam bagian ini kita akan menjelaskan bagaimana kita melakukan penelitian. Alat apa yang kita gunakan? Topik/studi spesifik apa yang kita pelajari? Dimana? Kapan? Untuk berapa lama? Setelah mencatat pengamatan dan hasil penelitian, statistik mana yang kita gunakan untuk menganalisisnya?

Pada dasarnya, ide pokok dari bagian Metode di sini adalah bahwa siapa pun yang membaca harus dapat mereproduksi dengan tepat apa yang kita lakukan jika mereka memiliki akses ke fasilitas dan alat yang sama.

Hasil

Setelah menjelaskan metode yang kita gunakan untuk meneliti atau mencari jawaban dari pertanyaan/hipotesis, selanjutnya adalah memberikan hasilnya.

Ingat, bagian Hasil bukan berarti kita akan langsung membahasnya. Bagian ini adalah tempat untuk grafik, gambar, dan tabel. Di sini kita menunjukkan apa yang sudah kita temukan.

Kita menjelaskan apa yang sudah kita temukan dan kita tunjukkan dalam grafik, gambar atau tabel, tetapi belum memberikan interpretasi apa pun!

Gunakan bahasa yang sederhana dan mudah. A lebih tinggi dari B, dengan tingkat signifikansi C. Tidak lebih, tidak kurang.

Pembahasan

Sekarang, sampailah kita pada inti dari jurnal/jurnal ilmiah. Kata sebagian besar peneliti atau ilmuwan, bagian Pembahasan adalah bagian yang paling menyenangkan.

menulis jurnal ilmiah,panduan menulis jurnal ilmiah,teknik menulis jurnal ilmiah,cara menulis jurnal ilmiah internasional,penulisan jurnal ilmiah,membuat jurnal ilmiah,membuat jurnal ilmiah dari skripsi,penulisan jurnal ilmiah,menulis makalah ilmiah,teknik menulis skripsi

Dalam bagian ini, kita bisa memberi interpretasi apapun dari sesuatu yang sudah kita temukan berdasarkan latar belakang tema yang kita ambil. Bagian pembahasan adalah tempat kita akan meletakkan hasil penelitian ke dalam celah pengetahuan yang sudah kita identifikasi sebelumnya dalam pendahuluan.

Mulailah dengan meringkas hasil penelitian dan menjelaskan bagaimana mereka menutupi celah pengetahuan saat ini. Kemudian, akui keterbatasan penelitian kita dan ungkapkan perkiraan dan saran yang bisa memberi jalan bagi penelitian di masa depan.

Kesimpulan

Kelihatannya mudah untuk membuat kesimpulan, tapi bila tidak dikerjakan dengan benar, keseluruhan jurnal ilmiah kita bisa berantakan.

Kesimpulan berbeda dengan abstrak. Jika abstrak itu memadatkan keseluruhan isi jurnal ilmiah, maka bagian kesimpulan itu meringkas pembahasan.

Seperti halnya pengantar, kesimpulan memiliki peran ganda: untuk menandai transisi ke penutupan, dan untuk menutup pembahasan dengan pernyataan definitif. Bagian kesimpulan harus merujuk pada tesis, tanpa harus mengulangi tesis.

2 Comments

  1. Pingback: Prinsip Dasar Menulis Esai Akademik | Penulis Konten

  2. Pingback: Cara Membuat Microblogging di Instagram | Penulis Konten

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *