Tes Sederhana Untuk Memperbaiki Tulisan

Ok, kamu sudah selesai menulis nih. Setelah berusaha keras berjam-jam lamanya, mengasah keterampilan menulis, memikirkan kosakata yang tepat, membuat alur cerita yang memikat. Menghasilkan apa yang kamu pikir sebuah novel, cerita pendek, puisi, hingga artikel ilmiah populer yang menakjubkan.

Ragu dengan kualitas tulisanmu sendiri?

Tetapi, kamu lantas berpikir dan menjadi ragu, bagaimana jika tulisan itu ternyata tidak bagus? Benar nggak sih susunan kata, kalimat dan paragraf yang digunakan? Tepat nggak pemakaian tanda bacanya? Bagaimana dengan nada dan suara tulisan? Intinya, kamu tiba-tiba dirundung sejuta pertanyaan yang meragukan kualitas tulisanmu sendiri.

Seandainya saja ada tes sederhana untuk memperbaiki tulisan. Tes yang diterapkan sebelum karya tulis itu diserahkan kepada pembaca pertamanya. Ibarat kata anak Kimia, seandainya ada kertas lakmus yang bisa dicelupkan dalam cairan supaya tahu itu asam atau basa.

Eh, tapi memang ada kok tes sederhana yang bisa kamu lakukan sendiri. Sebuah tes yang tak hanya menjawab berbagai pertanyaan keraguanmu tadi, melainkan juga bisa memperbaiki dan meningkatkan kualitas tulisanmu, dalam waktu yang singkat!

Serius. Tes ini benar-benar sederhana karena tidak memerlukan seperangkat alat tambahan. Kamu juga tak perlu mengunduh dan memasang aplikasi apapun.

Tes sederhana ini bisa memperbaiki tulisan, yah setidaknya sampai 15 persen (bukan ukuran pasti, hanya berdasarkan pengalaman), dalam waktu cepat. Tak peduli apa genre tulisanmu, dan berapa lama waktu yang kamu habiskan untuk menuliskannya.

Tes sederhana untuk memperbaiki tulisan

Seperti apa sih bentuk tesnya?

memperbaiki artikel,tes sederhana untuk memperbaiki tulisan,memperbaiki tulisan,cara memperbaiki tulisan,memperbaiki tulisan yang jelek,

BACA TULISANMU DENGAN JELAS DAN KERAS

Sengaja saya tulis dengan huruf kapital supaya kamu bisa mengingatnya setiap kali selesai menulis. Bacalah tulisanmu, literally, secara harfiah! Artinya, ada suara yang keluar dari mulut yang cukup keras untuk bisa didengar orang lain. Bukan membaca dalam hati.

Asal kamu tahu, tes sederhana ini biasanya sering dilakukan copywriter atau para penulis naskah iklan. Mereka membaca dengan suara yang jelas supaya bisa mendengar titik-titik canggung dan transisi antar kalimat yang bisa saja tidak sesuai, hilang atau terlewatkan.

Bila kamu menulis fiksi (novel atau cerpen), tes sederhana ini bagus untuk memperbaiki dialog. Kamu mungkin berpikir sudah menuliskan percakapan yang realistis antara dua orang atau lebih dalam tulisanmu. Namun sewaktu kamu membacanya, kamu akan tahu percakapan yang kamu bangun dalam tulisanmu itu apakah memang sudah pas, sudah sesuai dengan apa yang kamu pikirkan sebelumnya.  

Dalam fiksi, dialog itu seringkali melanggar konvensi tata bahasa. Tidak pakem/baku, tidak menjelaskan banyak detil. Dialog yang dibuat harus bisa terlihat nyata dan sangat visual. Artinya, pembaca bisa membayangkan dialog tersebut seolah-olah benar terjadi. Dengan membacanya, kamu akan bisa mendengarkan sendiri apakah dialog yang kamu buat dalam karya fiksimu itu terdengar asli atau tidak.

Bila kamu menulis artikel populer, atau sering menulis non fiksi, cara ini bagus untuk menghindari repetisi atau pengulangan kata yang berlebihan. Ini yang biasanya sering terjadi pada penulis artikel non fiksi.

Setiap orang memiliki diksi dan frasa favorit. Namun, berbeda dengan penulis fiksi yang biasanya memiliki lebih banyak perbendaharaan kata dan kiasan, penulis non fiksi kosakatanya lebih terbatas. Karena itu seringkali mereka mengulang kata dan frasa yang sama (atau yang disukainya) yang sudah ditulis sebelumnya.

Manfaat tes sederhana ini untuk penulis baru

Cara ini juga sangat bagus untuk para penulis baru, atau yang baru belajar menulis. Dengan membacanya secara jelas, kamu akan tahu apakah tulisanmu ini terdengar seperti sesuatu yang kamu baca dari penulis favoritmu. Dengan membacanya kamu juga bisa tahu apakah tulisanmu ini terdengar seperti sesuatu yang kamu lihat di majalah. Dengan membacanya pula kamu akan tahu apakah karya tulis yang baru pertama kali kamu buat ini malah terdengar seperti ditulis oleh seorang anak.

Tes ini bukan berfungsi sebagai pengganti editor atau korektor. Melainkan satu cara sederhana untuk memperbaiki tulisan dan mengembangkannya menjadi lebih jelas, ringkas, dan mudah dibaca. Penulis yang cerdas itu pilihan katanya sederhana dan mudah dibaca.

Tapi ingat, ada satu catatan penting bila kamu ingin melakukan cara ini. Supaya kamu terhindar dari rasa malu, temukan tempat yang tenang, jauh dari keramaian saat kamu membaca tulisanmu dengan jelas dan (lumayan) keras. Kamar tidur, ruang tamu saat tidak ada orang lain di rumah, atau kamar mandi bisa menjadi tempat yang tepat untuk melakukan tes sederhana ini.

Lakukan tes sederhana untuk memperbaiki tulisan ini di tempat manapun yang tenang dan membuatmu nyaman. Asal jangan melakukannya di warung kopi, restoran, atau di tengah pasar.

2 Comments

  1. kalau saya ngetes tulisan saya baca dengan jelas dan tidak keras mas, hehehe…

    tapi memang sih nunggu kelar nulis dulu. ga peduli mau bagus ato ga. pokoknya nulis sampe selesai, suntingan bagian akhir.

    memang cara ini efektif

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *