3 Jenis Lomba Blog Untuk Strategi Branding

Satu dekade yang lalu, seorang Blogger kerap dipandang sebelah mata. Orang-orang melihat Blogger sekedar penghobi tulis menulis.

Seiring dengan perkembangan era digital, Blogger kini dinilai sebagai salah satu media iklan digital yang efektif. Blogger tidak lagi dipandang sebagai penghobi belaka. Seorang Blogger adalah media untuk content marketing  yang unik dan mempunyai potensi yang besar.

Praktisi bisnis pun mulai banyak yang memanfaatkan Blogger sebagai strategi branding. Salah satunya adalah dengan cara membuat lomba blog atau blog competition.

Apa sih yang didapat pebisnis atau perusahaan yang menggelar lomba blog? Pertanyaan ini bisa kita ketahui dari jenis blog competition yang diselenggarakan.

Jenis Lomba Blog

Pada umumnya, ada 3 jenis lomba blog:

1. Lomba Blog tematik.

Pada jenis lomba ini, blogger diminta untuk membuat artikel dengan tema tertentu yang sudah ditentukan penyelenggara. Penilaiannya ditentukan oleh pihak penyelenggara, dan tidak dapat diganggu gugat. Subyektif? Memang, tapi biasanya ada parameter tertentu.

Misalnya kesesuaian artikel dengan tema, kualitas konten, gaya bahasa artikel, tingkat keterbacaan dan popularitas artikelnya. Dalam arti seberapa banyak/populer artikel tersebut yang bisa dinilai dari jumlah pembaca dan komentar di blog.

2. Blog Competition Review Produk.

Kompetisi blog jenis ini mirip dengan lomba blog tematik. Bedanya, blogger diminta untuk menulis artikel yang memuat ulasan dari sebuah produk yang ditentukan penyelenggara. Selain itu dalam artikel yang dilombakan, blogger tidak boleh membandingkan produk yang diulas dengan produk lain yang serupa.

Contoh dari Blog Competition Review Produk ini adalah seperti yang diselenggarakan BCA di platform social blog Kompasiana.

3. Kontes SEO Blog

Sesuai namanya,  parameter utama penilaian pada kontes SEO (Search Engine Optimation) blog adalah berdasarkan Search Engine Result Page (SERP) atau peringkat pencarian pada mesin telusur, biasanya Google.co.id. Jika tautan artikel yang dibuat blogger berada di halaman pertama mesin telusur, semakin besar pula nilai tambahnya dan kesempatan menangnya.

Hasil pencarian tentu saja berdasarkan kata kunci yang sudah ditentukan dan sesuai temanya. Misalnya menggunakan kata kunci “kontes SEO”, maka blogger harus bisa membuat artikelnya bertengger atau muncul di halaman pertama mesin mesin pencarian  dengan kata kunci tersebut pada periode waktu yang ditentukan.

Kontes SEO tidak sepenuhnya obyektif. Beberapa penyelenggara masih menambahkan kualitas konten artikel dan kesesuaiannya dengan tema sebagai salah satu parameter penilaian. Contohnya seperti Kontes SEO yang diselenggarakan Insto.

Khusus untuk kontes SEO ini, ada beberapa syarat tambahan untuk menghindari kecurangan saat mengatur tautan artikel agar bisa muncul di halaman pertama mesin pencarian.

Seperti tidak boleh menggunakan kata kunci dalam domain atau disebut Keyword on Domain. Maksudnya, kadang seorang yang sudah ahli SEO menempatkan kata kunci pada domain situs dengan cara mengutak-atik bahasa tema situs yang bersangkutan. Cara ini biasanya efektif untuk mendongkrak website supaya muncul di halaman pertama saat ditelusuri dengan kata kunci yang sudah ditentukan tadi.

lomba blog,blog competition,kontes blog,kontes seo,strategi branding,strategi branding produk,strategi content marketing,strategi branding awareness

Syarat dan Ketentuan Perlombaan

Setiap lomba blog memiliki persyaratan umum yang hampir sama, yakni:

  • Panjang artikel: Biasanya minimal 500 kata dan maksimal 1500 kata. Ada beberapa blog competition yang mensyaratkan minimal 2000 kata.
  • Kata kunci: Setiap artikel harus memuat minimal satu kata kunci tertentu yang berhubungan dengan tema yang dilombakan. Dan kata kunci ini harus ditautkan kembali /link anchor atau backlink dengan laman web atau sebuah landing page penyelenggara.
  • Jenis platform blog: Beberapa penyelenggara kadang mensyaratkan platform blog yang dilombakan harus domain berbayar (Top level Domain), bukan domain gratis seperti pada blogspot, wordpress atau platform blog gratis lainnya. Jika ingin menjangkau peserta yang lebih banyak, Anda bisa meniadakan syarat ini. Maksudnya blogger bebas menulis artikel pada platform blog apapun, baik yang berbayar, gratis atau social blog seperti Kompasiana.
  • Isi blog:  blog yang dilombakan tidak boleh berisi artikel yang mengandung unsur perjudian, pornografi atau konten SARA.
  • Usia blog: Banyak penyelenggara mensyaratkan blog yang menayangkan artikel lomba harus berumur minimal 3 bulan, atau minimal sudah menayangkan 20 artikel. Syarat ini tidak berlaku apabila Anda membolehkan blogger menulis di platform social blog.

Keuntungan menyelenggarakan lomba blog

Nah, dari tiga jenis lomba blog yang sudah dijelaskan diatas, pada akhirnya kita tahu tujuan akhir atau manfaat yang didapat dari pihak penyelenggara.

  • Meningkatkan Brand Awareness. Dengan menyelenggarakan lomba blog, Anda bisa meningkatkan kesadaran merek melalui artikel yang dilombakan. Anda tak perlu bersusah payah membuat konten di website bisnis karena sudah ada blogger yang membuatnya. Bayangkan, jika ada 100 blogger yang mengikuti lomba, Anda sudah mendapatkan 100 link anchor. Kemudian jika dari masing-masing artikel itu dibaca minimal 100 orang, Anda sudah mendapatkan paling tidak 10 ribu pengguna yang mengenal produk Anda.
  • Membuat produk Anda mudah dicari di internet. Sekali lagi, Anda tidak perlu pusing memikirkan SEO supaya produk Anda mudah dicari dan muncul di halaman pertama mesin pencari. Tugas ini sudah dilakukan dengan baik oleh para blogger yang menjadi peserta lomba.
  • Meningkatkan lalu lintas kunjungan. Dengan meminta blogger memberi hyperlink ke website bisnis, Anda sudah menanam backlink di ratusan blog yang tingkat lalu lintas kunjungannya mungkin melebihi  website Anda.

Banyaknya lomba blog atau blog competition menjadi bukti bahwa Blogger adalah media untuk strategi branding yang efektif, murah dan praktis di era digital. Anda tidak perlu menyediakan modal besar untuk memperkenalkan produk, seperti jika Anda beriklan di media digital lainnya. Selain itu, dengan gaya bahasa dan tulisan yang unik dari masing-masing Blogger, Anda juga bisa meraup pasar konsumen yang lebih bervariasi.

7 Comments

  1. Pingback: Himam Miladi - Creative Content Writer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *