7 Kelebihan Introvert Dibanding Ekstrovert

Menjadi seorang introvert bukan berarti memiliki kepribadian yang buruk. Meski seringkali orang luar banyak yang salah paham dalam menilainya.

Dalam pergaulan sosial, introvert dipandang sebagai seorang yang antisosial, tidak ramah, pemalu, atau kesepian. Padahal, ada banyak kelebihan introvert dibanding ekstrovert yang membuatnya seakan memiliki kekuatan tersembunyi. Kelebihan ini, jika dimanfaatkan dengan baik, bisa menjadi aset yang berharga bagi seorang introvert dalam membangun karir atau membangun sebuah jaringan pertemanan atau bisnis. Apa saja kelebihan introvert dibanding ekstrovert itu?

Definisi Introvert Menurut Para Ahli

Sebelum membahasnya, ada baiknya kita mengetahui sekilas, bagaimana dan seperti apa profil seorang yang introvert itu. Dr. Jennifer Kahnweiler, psikolog dan penulis buku The Introvert Leader memberi definisi yang indah:

Introvert adalah orang-orang yang mendapatkan energi dari saat-saat mereka menghabiskan waktu sendirian. “Ini seperti baterai yang mereka isi ulang,” katanya. “Dan kemudian mereka bisa pergi ke dunia dan terhubung sangat indah dengan orang-orang lain.”

Dari definisi inilah, seorang introvert juga bisa meraih kesuksesan yang sama dengan orang-orang yang bertipe terbuka/ekstrovert jika mereka bisa memanfaatkan energi, kekuatan tersembunyi yang mereka miliki. Seorang introver hanya perlu mengoptimalkan beberapa sifat alami yang mereka miliki, yang bisa menjadi kelebihan tersendiri, yang tidak dimiliki seorang ekstrovert.

Kelebihan Introvert Dibanding Ekstrovert:

1. Introvert adalah pendengar yang baik

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Motor Behavior menemukan bahwa introvert membutuhkan waktu yang lebih lama untuk memproses informasi daripada ekstrovert. Ini bukan berarti introvert itu memiliki jalan pemikiran yang lamban. Lamanya waktu yang diperlukan seorang introvert dalam merespon informasi membuat mereka menjadi pendengar yang baik.

Seorang ekstrover lebih cenderung untuk terjun ke percakapan sebelum mereka benar-benar memproses apa yang dikatakan lawan bicara. Bukan karena mereka egois atau tidak peduli, tetapi karena mereka memproses informasi secara interaktif.

Sebaliknya, introvert memproses informasi secara internal. Keterampilan itu memungkinkan introvert untuk mendengar, memahami, dan memberikan wawasan yang dipertimbangkan dengan seksama dalam merespon informasi yang diberikan lawan bicara.

Karena itu, introvert sering kali dipilih oleh orang-orang yang ingin curhat. Karena mereka tahu, introvert tidak akan menyela pembicaraan sebelum semua informasi tersampaikan dengan baik. Dan introvert bisa memberikan penyelesaian yang lebih bijaksana.

2. Introvert Berpikir Dahulu Sebelum Berbicara

Karena introvert biasanya merasa kurang nyaman jika berbicara daripada mendengarkan, mereka memilih kata-kata mereka dengan bijaksana. Berbeda dengan ekstrovert yang cenderung responsif, sehingga seringkali ekstrovert lepas kontrol dengan penyebutan kata-kata yang tidak bijaksana saat berbicara dengan orang lain.

Keahlian memilih kata-kata dengan bijaksana ini juga sangat menguntungkan jika dihubungkan dengan interaksi di dunia maya, khususnya melalui media sosial. Introvert lebih mampu menyeleksi informasi, mana yang benar, mana yang hoax.

Introvert, juga lebih mampu menahan diri untuk tidak secara spontan membagikan informasi yang dia terima. Hal ini karena introvert sudah terbiasa mencerna dahulu secara mendalam setiap informasi yang dia terima.

3. Introvert Adalah Pengamat yang Jeli

Selain kemampuan mendengarkan yang superior, introvert juga seorang pengamat yang jeli. Saat rapat misalnya, seorang introvert dari luar terlihat diam, padahal dia sedang berendam dalam informasi yang disajikan dan berpikir kritis terhadap masalah yang dikemukakan.

Orang introvert biasanya juga menggunakan sifatnya yang jeli untuk membaca ruangan. Mereka lebih cenderung memperhatikan bahasa tubuh dan ekspresi wajah orang, yang membuat mereka lebih baik dalam komunikasi antar pribadi.

Mereka dapat mengetahui kapan seseorang berpikir, memproses dan mengamati. Kemudian memberi mereka ruang untuk melakukannya, yang membuat orang merasa jauh lebih nyaman.

kelebihan introvert,kelebihan introvert dibanding ekstrovert,kelebihan introvert dalam bekerja,kelebihan introvert dalam cinta,

4. Introvert Memilih Teman yang Berkualitas

Introvert memilih teman mereka dengan bijaksana. Mereka lebih suka memiliki beberapa pertemanan yang dekat dan tepercaya untuk menginvestasikan waktu dan tenaga mereka di dalam, dibandingkan dengan pertemanan dalam jumlah yang banyak.

Bagi introvert, 1 teman berkualitas lebih berharga daripada 1000 teman sembarangan. Kualitas ini menyebabkan introvert bisa menjadi teman yang setia, penuh perhatian dan berkomitmen terhadap sebuah hubungan.

5. Introvert Adalah Pasangan yang Romantis dan Penuh Cinta

Introvert mendambakan ruang pribadi untuk bercermin dan mengisi ulang energinya. Mereka bisa merasakan pula kebutuhan yang serupa pada pasangannya.

Dengan kualitas sebagai pendengar yang baik, hal ini membuat introvert bisa menjadi mitra yang hebat. Seorang introvert bisa mendukung pasangannya, tanpa harus berbicara tentang dirinya sendiri.

Tak hanya itu, introvert biasanya juga selalu ingin mengenal lebih dalam seseorang sebelum berbagi detail intim dengan calon pasangan. Karena itu, seorang introvert tampak lebih menarik di tahap awal sebuah hubungan.

6. Introvert Adalah Pembangun Jaringan yang Bijaksana

Acara-acara networking, dengan kumpulan banyak orang biasanya digunakan sebagian besar pesertanya untuk bertemu, berbicara dan menampilkan kesan pertama yang baik. Bagi seorang ekstrovert, hal ini mudah dilakukan karena dia terbiasa untuk berbicara dengan banyak orang. Sayangnya, percakapan yang dibangun hanya singkat, kadang sepenggal-sepenggal saja.

Namun, kekuatan sebuah networking tidak hanya terletak pada jumlah anggota yang banyak saja. Percuma saja sebuah jaringan memiliki anggota yang banyak, tapi tidak saling mengenal antar anggotanya, atau jika kenal itu pun hanya sekedar kulit luar.

Pada jaringan yang dikelola seorang introvert, hal ini tidak akan terjadi. Hubungan yang intim antar anggota dan aktivitas yang saling mendukung dalam jaringan tersebut akan membuat sebuah jaringan dimana introvert tersebut ada tampak lebih hidup.

7. Introvert Adalah Pemimpin yang Baik

Saat memimpin, orang introvert tidak akan menonjolkan dirinya sendiri – sesuatu yang pasti akan dilakukan seorang ekstrovert – dan lebih mendahulukan kepentingan tim atau salah satu anak buahnya. Pemimpin yang introvert cenderung untuk belajar lebih banyak tentang profil anak buahnya.

Mereka lebih fokus pada percakapan pribadi untuk mencari keunggulan dari masing-masing anak buahnya. Setelah mengumpulkan semua informasi ini, mereka dapat menggunakan apa yang telah mereka pelajari untuk membantu setiap anggota tim menjadi lebih efisien dan lebih bahagia di tempat kerja.

Nah, itu tadi 7 kelebihan introvert dalam bekerja. Jadi, jika ada yang merasa dirinya seorang introvert, tak perlu merasa rendah diri saat melihat orang lain terlihat begitu supel dan sangat gaul. Setiap individu tentunya memiliki karakteristik tersendiri, juga memiliki keistimewaan masing-masing.

Termasuk pula seorang yang introvert, seperti saya. Dengan berbagai kelebihan seperti yang ditulis diatas, jika bisa dimanfaatkan secara optimal, seorang introvert juga bisa meraih kesuksesan sebagaimana yang bisa diraih oleh orang-orang ekstrovert.

One Comment

  1. Pingback: Belajar Mencintai Diri Sendiri Seutuhnya - Penulis Konten

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *