Johari Zein, Mualaf Pendiri JNE

Bagi pelaku usaha di Indonesia, nama JNE sebagai perusahaan yang bergerak di bidang jasa pegiriman dan logistik sudah tidak asing lagi. Dengan ribuan kantor cabang dan agen yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia, JNE menjadi mitra sekaligus jasa pengiriman yang terpercaya bagi banyak pelaku usaha, khususnya UMKM.

Namun, tidak banyak yang mengenal sosok dibalik kesuksesan JNE. Apalagi kisah inspiratifnya saat menjadi mualaf hingga mendirikan sebuah yayasan yang sudah membangun banyak masjid besar.

Dari jualan majalah hingga bekerja di Hotel Hilton

 Beliau adalah Johari Zein atau Djohari Zein, pendiri PT. Jalur Nugraha Ekakurir atau lebih dikenal dengan sebutan JNE. Lahir di Medan pada 1954, Johari Zein berasal dari keluarga pedagang Tionghoa.

Semua keluarganya menganut agama Budha. Johari sendiri sejak kecil mengenyam pendidikan di sekolah Katolik.

Jiwa wirausahanya sudah terlihat sejak ia berusia 12 tahun saat keluarganya pindah ke Jakarta. Ketika itu, Johari yang masih duduk di bangku SMP sering menjual majalah ke teman-temannya. Naluri dagangnya ini berlanjut hingga ia masuk SMA.

Selepas SMA, Johari melanjutkan pendidikannya ke Akademi Perhotelan Trisakti. Setelah lulus, Johari langsung bekerja di Hotel Hilton International. Kemudian pada tahun 1980, Johari berpindah kerja menjadi tenaga penjual perusahaan jasa pengiriman multinasional, TNT.

Beberapa tahun kemudian, Johari dipromosikan menjadi Operation Manager TNT Indonesia. Namun di puncak karinya, ia justru meninggalkan TNT dan memilih berwirausaha.

Johari Zein, Mualaf Pendiri Perusahaan Kurir JNE

Pada masa inilah Johari, yang ketika itu berusia 28 tahun  memutuskan untuk masuk Islam. Tidak diketahui secara pasti apa yang melatarbelakangi keputusan Johari untuk menjadi mualaf.

Pada tahun 1985, ia merintis perusahaan jasa pengiriman bernama Worldpak yang kemudian berganti nama jadi Pronto. Pada tahun 1990, Johari menjual seluruh sahamnya di Pronto. Dana dari penjualan sahamnya ini kemudian ia gunakan untuk mendirikan PT Jalur Nugraha Ekakurir (JNE).

Pada masa awal berdirinya JNE, Johari Zein sudah delapan tahun memeluk Islam. Ia percaya apa yang dilakukannya demi menjalankan kebaikan, demi membantu orang yang lebih membutuhkan.

99 Masjid dari Johari Zein Foundation

Pada tahun 2009, Johari pergi ke Tanah Suci untuk melaksanakan ibadah Umrah. Di Masjidil Haram, Johari menyempatkan diri untuk berdoa memohon kepada Allah agar diizinkan mendirikan masjid.

johari zein,johari zein foundation,jne,jalur nugraha ekakurir,pendiri jne
Johari Zein (paling kanan) saat press conference pembangunan masjid di Lombok (sumber gambar: viva.co.id)

Dalam satu mimpinya, Johari seolah mendapat jawaban dari permohonannya itu. “Jangankan satu, 99 masjid pun diizinkan”. Kira-kira seperti itulah jawaban dalam mimpinya.

Bagi Johari, itu bukan sekedar mimpi biasa, melainkan sebuah perintah yang harus dilaksanakan. Selepas umrah dan seolah mendapat kekuatan berkat jawaban doa yang diterimanya lewat mimpi, Johari pun bertekad untuk mendirikan 99 masjid. Setiap masjid akan diberi nama sesuai Asmaul Husna.

Dari tekad itu, berdirilah Johari Zein Foundation yang mulai didirikan pada 3 Mei 2017. Tujuan yayasan ini yaitu untuk membangun 99 masjid di 8 penjuru dunia.

Tak hanya bertekad membangun masjid saja, Johari juga aktif dalam melakukan kegiatan amal lainnya, seperti membantu fakir miskin dan anak-anak yatim. Baginya, beramal adalah kewajiban setiap Muslim yang wajib dilaksanakan karena itu diperintahkan dalam Al-Quran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *