Rahasia Membuat Gaya Tulisan yang Bagus

“Bagaimana cara membuat tulisan yang bagus?”

Ini adalah pertanyaan yang dilontarkan salah seorang peserta talkshow bersama komunitas blogger se-Malang Raya beberapa waktu lalu. Ketika itu, saya diminta rekan-rekan Blogger Kompasiana Malang mewakili sebagai pemateri dan membagikan sedikit pengetahuan tentang konsistensi menulis.

Sedikit bingung juga menjawab pertanyaan tersebut. Saya percaya, setiap orang memiliki cara tersendiri untuk bisa menulis dan menghasilkan sebuah tulisan yang bagus. Ada yang bisa langsung jadi karena memang dia memiliki bakat khusus dan terbiasa menulis. Ada pula yang butuh proses dan kerja keras. Akhirnya, saya menemukan jawaban yang pas dari pertanyaan itu:

“Menulislah dengan kekuatan yang kamu miliki”.

Mungkin kamu pernah mendengar seseorang mencoba untuk melucu, tapi tidak terdengar lucu sama sekali (garing). Ini karena pada dasarnya orang tersebut tidak terbiasa berbicara lucu, sense of humor-nya rendah. Sehingga ketika dia mencoba membuat lelucon, yang mendengarkan tidak menganggapnya lucu. Atau ketika seseorang yang serius berjuang untuk menjadi orang yang berhati lembut.

Begitu pula dengan menulis. Pada dasarnya, menulis adalah proses pengungkapan kepribadian seseorang melalui rangkaian kata-kata. Kepribadian itu terletak pada gaya tulisan yang kita buat. Gaya tulisan adalah cara kita menggunakan kata-kata untuk menceritakan sebuah kisah/berita. Ini adalah cara unik kita untuk menunjukkan kepribadian dalam warna hitam dan putih di atas kertas.

gaya tulisan,tips menulis,cara menulis,apa gaya tulisan itu,gaya tulisan adalah,tips membuat gaya tulisan,rahasia membuat gaya tulisan yang bagus

Pribadimu Menentukan Gaya Tulisan.

Sebelum menulis, kenali dulu bagaimana kepribadian yang kamu miliki. Jika kamu memiliki gaya informal yang tidak sopan, kamu mungkin akan pandai menulis komedi. Jika kamu memiliki gaya yang renyah dan tanpa basa-basi, kamu mungkin pandai menulis artikel populer. Jika kamu seorang yang serius, teliti, pertimbangkan untuk menulis artikel ilmiah. Jika kamu memiliki gaya percakapan yang hangat, mungkin kamu bisa menulis artikel self-help atau motivasi.

Tidak ada yang bisa memaksakan gaya penulisan dan satu-satunya cara untuk mengetahui gaya atau kekuatan apa yang kamu miliki, adalah dengan menulis.

Beberapa waktu lalu, saya mencoba untuk mengubah gaya tulisan saya. Biasanya, saya terbiasa menggunakan kata ganti orang pertama “Saya”. Ketika menulis artikel tentang traveling ke Danau Sentani, saya mencoba mengubahnya menjadi “Aku”. Ini adalah salah satu keistimewaan bahasa Indonesia, karena penggunaan kata ganti orang memiliki tingkat kesopanan. Dibandingkan bahasa Inggris yang hanya mengenal satu kata ganti orang pertama, yaitu “I”.

Setelah selesai, saya mencoba membacanya ulang. Ada rasa tidak nyaman saat saya membaca tulisan tersebut. Sepertinya tidak sesuai dengan kepribadian yang saya miliki. Saya itu orangnya cenderung tertutup, tidak terbiasa bicara ceplas-ceplos. Sementara kata ganti “Aku” lebih nyaman digunakan mereka yang punya gaya percakapan yang ringan dan renyah tanpa basa-basi.

Sama seperti ketika seseorang menyatukan pakaian dan perhiasan, kemudian menerapkan make-up untuk menciptakan gaya pribadi. Cara seseorang menyusun pilihan kata, struktur kalimat, dan bahasa figuratif itu sudah menggambarkan gaya tulisan mereka. Ketika digabungkan, pilihan yang dibuat ini bekerja bersama untuk membangun suasana hati, gambar, dan makna yang jelas bagi pembaca.

Gunakan Kekuatanmu untuk Membuat Gaya Tulisan yang menarik.

Kekuatan lain yang dimiliki seorang penulis adalah hal apa yang mereka suka, apa yang mereka minati. Menulislah pada hal yang benar-benar kamu kuasai dengan baik, yang kamu mengerti betul tentang seluk beluknya. Jika kamu senang dengan otomotif, tulislah artikel tentang otomotif. Kuasai dahulu teknik penulisan untuk hal yang kamu senangi/minati sebelum belajar menulis tentang hal-hal lainnya.

Gaya tulisan dan penguasaan materi/tema yang baik inilah nantinya yang akan memberi efek pada pembaca sehingga mereka bisa menilai tulisan yang kita buat bagus atau tidak. Setiap penulis memiliki gaya yang unik yang tidak bisa diajarkan, layaknya sebuah sidik jari yang berbeda pada setiap orang. Namun, dia dapat memperbaikinya dengan membaca penulis lain, mencoba teknik penulisan yang berbeda, dengan melalui banyak latihan menulis dan pengalaman.

Tulisan ini sudah dimuat di Kompasiana.

2 Comments

  1. Pingback: Himam Miladi - Creative Content Writer

  2. Pingback: Menyesuaikan Nada Tulisan Untuk Memperkuat Narasi Konten - Creative Content Writer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *