Double Track dan Elektrifikasi Untuk Kenyamanan dan Keamanan Kereta Api

“Ma, lihat keretanya balapan,” teriak seorang anak kecil dengan gembira sambil menunjuk ke arah jendela gerbong. Di luar, sebuah rangkaian gerbong kereta terlihat menyusul dan melaju sejajar dengan kereta api Penataran yang sedang saya tumpangi. Ketika itu kereta api Penataran sudah hendak memasuki stasiun Bangil, Pasuruan.

Sebelum memasuki stasiun Bangil, memang ada jalur kereta api ganda (double track) sebelum menyimpang dan memisah: satu jalur mengarah ke timur, melayani kereta api jurusan Probolinggo, Jember hingga Banyuwangi. Sedangkan jalur satunya untuk kereta api yang mengarah ke selatan. Berkat double track tersebut, apabila ada dua kereta api dari timur dan selatan yang datang dalam waktu berdekatan tidak perlu menunggu di stasiun terdekat, melainkan bisa langsung masuk ke stasiun Bangil.

Jalur ganda rel kereta api sebenarnya bukan hal yang baru lagi bagi moda transportasi massal ini. Di jalur lintas utara (pantura), pemerintah melalui Kementerian Perhubungan dan PT. KAI sudah lama membuat double track untuk melayani kereta api relasi Jakarta-Surabaya. Pembangunan jalur ganda di lintas pantai utara (pantura)  yang sudah dimulai sejak tahun 2013 ini sekaligus mengakhiri berakhirnya era rel tunggal dalam sejarah perkeretaapian di Indonesia.

Semenjak perbaikan perbaikan kualitas gerbong dan sistem layanannya, kereta api menjadi salah satu moda transportasi darat favorit. Satu alasan utama mengapa banyak masyarakat memilih naik kereta api adalah karena bebas macet.

Namun, meski setiap tahun menunjukkan tren peningkatan penumpang, PT. KAI tidak bisa mengakomodir semuanya. Penyebabnya karena keterbatasan gerbong serta rel kereta api. Dengan satu rel saja yang ada di seluruh pulau Jawa dan Sumatera, otomatis jumlah kerata api yang bisa mengangkut penumpang juga terbatas. Belum lagi ditambah kereta barang, khususnya yang mengangkut hasil minyak bumi dari Pertamina.

Double Track dan Elektrifikasi, Upaya Meningkatkan Peradaban Perkeretaapian Indonesia

Pembangunan jalur ganda adalah solusi tepat untuk mengatasi masalah ini. Tak hanya itu, jenis kereta api di Indonesia yang masih mengandalkan kereta berlokomotif diesel juga sudah waktunya diganti menjadi yang lebih modern.

Sampai sekarang, PT. KAI selaku operator tunggal penyelenggara angkutan kereta api mengandalkan rangkaian kereta berlokomotif diesel untuk penumpang jarak jauh. Sementara untuk beberapa relasi jarak dekat (kereta api lokal) sudah dilayani kereta rel listrik (KRL) yang lebih modern. Karena keterbatasan jalur rel berjaringan listrik, KRL hanya melayani penumpang jarak pendek dan komuter.

Mengutip istilah yang dilontarkan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, pembangunan double track dan elektrifikasi adalah untuk peningkatan peradaban perkeretaapian negara. Hal ini disampaikan Menhub Budi Karyadi saat peluncuran proyek elektrifikasi kereta Jakarta-Surabaya. Rencananya, proyek ini akan selesai pada 2022.

Program elektrifikasi ini adalah bagian dari pembangunan infrastruktur kereta cepat Jakarta – Surabaya. Budi menyebut, dengan kereta cepat, waktu tempuh Jakarta ke Surabaya hanya lima jam.

Sementara proyek pembangunan jalur ganda masih terus dikerjakan. Untuk sementara, baru jalur kereta api lintas utara Jawa (Pantura) yang sudah tersambung dengan double track.

Manfaat Double Track dan elektrifikasi Kereta Api

Pemerintah sendiri masih mengerjakan proyek Pembangunan Double Track Jawa Selatan. Proyek ini sudah masuk dalam Proyek Strategis Nasional, dengan anggaran 11 triliun rupiah yang berasal dari APBN. Dari rencana konstruksi yang dimulai sejak 2015, pembangunan double track Jawa Selatan diproyeksikan sudah selesai pada akhir 2019 ini.

Dengan adanya double track dan elektrifikasi yang melintasi seluruh pulau Jawa, PT. KAI akan bisa menambah jadwal kereta api. Frekuensi keberangkatan kereta api juga bisa semakin bertambah. Otomatis, jumlah penumpang yang akan terlayani juga menjadi lebih banyak. Selain itu, waktu tempuh dari setiap kereta api juga bisa semakin singkat karena tidak lagi harus menunggu apabila bersisipan dengan kereta lainnya.

Keberadaan double track juga memungkinkan PT. KAI untuk menambah pengoperasian kereta api khusus barang. Dengan demikian, pembangunan double track ini bisa menjadi solusi untuk pengangkutan barang-barang berat yang selama ini menjadi beban jalan. Akibat seringnya dilalui kendaraan besar yang mengangkut beban berat, banyak ruas jalan nasional maupun provinsi cepat rusak.

Proyek Double Double Track untuk Kelancaran dan Kenyamanan Kereta Api

Peningkatan peradaban perkeretapian Indonesia tak hanya berhenti pada pembangunan double track dan elektrifikasi jalur kereta api. Kementerian Perhubungan saat ini juga tengah melakukan pembangunan double double track (DDT), atau rel kereta api empat jalur.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, pembangunan double double track ( DDT) mulai dari Stasiun Manggarai, Jatinegara hingga Cikarang sepanjang 35 kilometer akan mulai dioperasikan pada tahun 2020 mendatang.

double double track manggarai,double track dan elektrifikasi,jalur ganda rel kereta api,double track railway,kereta api,jalur kereta api indonesia
Sejumlah pekerja mengerjakan proyek Double Double Track di Cipinang 22 Desember 2017 (sumber foto: Tempo/Fakhri Hermansyah)

Menhub juga menjelaskan, tujuan pembangunan DDT untuk memisahkan jalur kereta api jarak jauh, KRL dan kereta bandara di Stasiun Manggarai. Sehingga jadwal dan lalu lintas kereta bisa lancar, singkat dan tepat waktu karena sudah ada jalur tersendiri.

Pembangunan Double Double Track (DDT) untuk memisahkan jalur kereta api jarak jauh, KRL dan kereta bandara di Stasiun Manggarai

Peningkatkan peradaban perkeretaapian Indonesia yang tengah dilakukan Kementerian Perhubungan ini tak lain sebagai upaya untuk melayani masyarakat Indonesia yang membutuhkan moda transportasi darat yang nyaman dan aman. Lebih dari itu, pembangunan double track, DDT maupun program elektrifikasi ini juga untuk menghemat anggaran negara yang seringkali dianggap lebih banyak dihabiskan untuk memperbaiki ruas-ruas jalan yang rusak akibat semakin banyaknya kendaraan yang melintas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *