Belajar Mencintai Diri Sendiri Seutuhnya

Banyak orang yang tidak bisa mencintai diri sendiri. Mereka tidak puas dengan keadaan fisik maupun kepribadian alami mereka. Bahkan ada yang merasa jiwa mereka terjebak dalam tubuh yang salah.

Dengan merasa seperti itu, sama halnya mereka mengakui ketidaksempurnaan Tuhan dalam menciptakan makhluk-Nya. Iya kan? Masa Tuhan keliru menempatkan jiwa seseorang dalam tubuh yang tidak dikehendaki?

Kita memang tidak bisa memilih untuk bisa terlahir dari siapa, di mana, dan bagaimana kondisi fisiknya. Tapi kita bisa memilih untuk jatuh cinta, atau membenci diri sendiri.

Bagaimana supaya bisa mencintai diri sendiri?

Menerima Tubuh Kita Apa Adanya

Sebelum kita jatuh cinta pada diri sendiri, kita harus melepaskan keinginan untuk menjadi orang lain. Kita harus siap menerima siapa diri kita

Berhentilah mengatakan pada diri sendiri bahwa hidup kita akan membaik seandainya kita memiliki tubuh yang tegap, kepribadian yang humoris dan disukai banyak teman, atau sifat dan kondisi fisik lain yang kita idam-idamkan. Apakah kita bisa seperti itu?

Setelah menyerah pada kenyataan, baru lah kita bisa mulai pada jalan menuju cinta diri.

Tentukan Ulang Kekurangan Kita

Penyebab utama kita tidak bisa jatuh cinta pada diri sendiri adalah kita terlalu fokus pada kekurangan yang kita miliki.

Coba sekarang lakukan tes sederhana berikut:

Sebutkan 20 kelebihan kita, lalu sebutkan 10 kekurangan kita. Mana yang lebih mudah mendapat jawabannya?

Saya yakin, kita lebih mudah menyebutkan 10 kekurangan daripada harus mencari 20 kelebihan diri kita sendiri.

Saya dulu merasa seolah ditakdirkan untuk jadi introvert. Selama bertahun-tahun, saya melihatnya sebagai kelemahan, sebagai kepribadian yang tidak menguntungkan.

Setelah momen penyerahan diri, saya menerima sifat pendiam itu sebagai batasan yang harus saya tanggung. Tapi sekarang, saya melihatnya sebagai kekuatan.

Apakah kita melihat suatu sifat sebagai positif atau negatif tergantung pada lensa yang kita gunakan untuk melihatnya.

Jangan menganggap kekurangan kita sebagai kelemahan. Anggap mereka sebagai fitur yang unik atau keunggulan yang tidak dimiliki orang lain.

Jika kita pendiam, kita mungkin jadi pendengar yang baik. Jika kita gemuk, kita mungkin sehat. Jika kita langsing, kita bisa beraktivitas dengan gesit. Selalu ada nilai positif jika kita melihatnya melalui lensa yang positif pula.

mencintai diri sendiri itu penting,mencintai diri sendiri quotes,belajar mencintai diri sendiri,mencintai diri sendiri

Tiru Perilaku Orang-orang yang Kita Kagumi

Semua orang pasti ingin sukses, atau mencapai tahap yang bisa diraih orang lain yang dikagumi. Tapi bukan berarti itu membuat kita berkeinginan untuk bertukar tubuh atau bertukar peran.

Saya selalu mengagumi orang-orang yang bisa mengangkat orang lain, menjadi teladan bagi orang lain. Orang-orang yang mampu bertahan dalam pergolakan hidupnya, orang-orang yang mengejar impian mereka dari bawah. Dan saya berusaha meniru visi maupun sikap bijak mereka.

Tidak ada yang salah dengan meniru orang lain. Bukan berarti kita berusaha menjiplak kepribadian mereka. Namun, ambil perilaku atau kepribadian spesifik yang selaras dengan kepribadian kita sendiri.

Saat kita bisa membayangkan diri sebagai orang ideal yang kita idam-idamkan, lalu kita bertindak sesuai dengan visi orang yang kita kagumi tersebut, tidak mungkin untuk tidak jatuh cinta pada diri sendiri.

Jatuh Cinta Pada Diri Sendiri Seutuhnya

Kita memang tidak bisa memilih kondisi fisik yang bagaimana dan kepribadian seperti apa. Tapi percayalah, Tuhan menjadikan kita spesial dengan segala kekurangan dan kelebihan, dengan segala masalah dan rintangan, dengan segala tantangan dan beban kehidupan.

Tuhan memilih kita menjadi seperti sekarang ini karena Dia tahu yang terbaik untuk kita. Tuhan memilih kita menjalani segala masalah karena Dia tahu kita mampu. Tuhan memilih kita mengalami kekurangan karena Dia tahu kita bisa mengatasinya. Tuhan membuat kita hidup dengan segala apapun yang sanggup membuat kita hidup di dunia ini.

Kita memang tak bisa memilih terlahir seperti apa, tapi kita bisa memilih untuk menjadi hebat dengan apa yang kita miliki sekarang. Belajarlah mencintai diri sendiri dengan seutuhnya, karena kita istimewa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *