3 Manfaat Bersepeda Untuk Kreativitas

Mendadak, jalan-jalan di kota penuh dengan orang-orang yang bersepeda. Toko-toko yang menjual sepeda dan aksesorisnya diserbu pembeli. Beberapa ruang publik, yang selama pandemi Covid-19 ditutup, kini mulai ramai dijejali pesepeda.

Tren Bersepeda di Tengah Pandemi

Ada apa ini? Mengapa tren bersepeda di tengah pandemi menjadi ramai? Padahal, sejak dulu hingga kini bersepeda rasanya sama saja.

Mungkin, apa yang dikatakan kakakku ini dapat mewakili jawaban para pesepeda yang baru muncul ini.

“Orang-orang mulai bosan di rumah terus. Mereka butuh hiburan. Butuh sarana untuk melarikan diri dari berita-berita tentang jumlah kasus positif Covid-19 yang terus diulang-ulang. Dan, selama tempat-tempat liburan belum dibuka, perjalanan jarak jauh mahal karena harus menyiapkan segala macam surat bebas Covid-19, maka bersepeda jadi satu-satunya alternatif berwisata.”

Lho, bukan untuk berolahraga?

“Ya mungkin ada yang tujuannya berolahraga. Tapi sebagian besar mereka yang bersepeda selama pandemi Covid-19 ini adalah untuk mencari hiburan, berwisata tipis-tipis daripada hanya berdiam diri di rumah.”

Ada benarnya juga. Bersepeda, dengan tujuan untuk hiburan adalah latihan penghilang stres yang ringan, yang menurut banyak ilmuwan baik untuk imunitas tubuh, hal yang paling penting untuk dijaga selama pandemi Covid-19.

Dari sisi protokol kesehatan Covid-19, hobi bersepeda juga memungkinkan kita menghindari transportasi publik yang ramai, menyentuh permukaan publik lebih sedikit, dan mendapatkan asupan udara segar yang sangat membantu kita mengatasi stres tingkat tinggi yang tidak diketahui kapan datangnya selama pandemi.

3 Manfaat Bersepeda Setiap Hari

Terlepas dari tren bersepeda di tengah pandemi dan selama masa normal baru ini, setidaknya ada 3 manfaat bersepeda untuk kreativitas yang bisa kita dapatkan, yakni:

1. Bersepeda Untuk Melatih Kecerdasan Emosi

Bagi saya, bersepeda tidak hanya sekedar untuk olahraga atau rekreasi, melainkan juga dapat melatih kecerdasan emosi. Saat bersepeda di tengah keramaian lalu lintas, saya harus dapat mengendalikan emosi dan menahan sabar.

Sebagai kendaraan (tidak bermotor) dengan kecepatan paling rendah dibandingkan kendaraan lainnya,saya merasa perlu untuk setiap saat selalu mengalah memberikan jalan kepada pengguna kendaraan bermotor. Tahu sendiri kan bagaimana perilaku berkendara mereka, sering tidak sabaran kalau tidak mau disebut ugal-ugalan.

Bersepeda juga melatih saya untuk sabar menghadapi semburan asap knalpot kendaraan bermotor. Sekarang ini, banyak kendaraan bermotor (paling banyak sepeda motor) yang memakai knalpot dengan ujung mengarah sedikit ke atas sehingga semburan asapnya langsung mengenai muka orang di belakangnya.

2. Bersepeda untuk Melatih Kedisplinan Diri

Selain melatih kesabaran dan mengendalikan emosi, bersepeda juga dapat melatih saya untuk lebih disiplin dan mengendalikan diri. Latihan kedisplininan ini saya lakukan dengan beberapa cara berikut:

  • Bertahan untuk tidak naik ke trotoar pada saat jalanan macet, mengingat peruntukkan trotoar bukan untuk pesepeda tapi pejaan kaki. Dibandingkan pengendara sepeda motor, pesepeda boleh dibilang masih bisa dimaklumi jika harus terpaksa naik ke trotoar. Meski begitu, saya memilih untuk tetap di jalan biasa atau di jalur khusus sepeda yang pada saat lalu lintas padat sering ditempati pengendara sepeda motor
  • Bertahan untuk berhenti di saat lampu lalu lintas merah padahal semua kendaraan membunyikan klakson memintas saya terus maju saat perempatan jalan tersebut lagi sepi lalin nya. Sering saya lihat banyak pesepeda memilih untuk menerobos lampu merah, atau berhenti jauh di depan batas pemberhentian. Mungkin mereka pikir polisi tidak akan menindak

3. Bersepeda untuk Menemukan Inspirasi

Selain melatih kecerdasan emosi dan kedisiplinan diri, salah satu manfaat luar biasa yang bisa didapatkan dari bersepeda adalah membantu saya menemukan inspirasi. Sekarang saya tanya, berapa kali kita bisa menikmati perjalanan dengan mengendarai kendaraan bermotor, baik itu sepeda motor maupun mobil?

manfaat bersepeda,manfaat bersepeda setiap hari,tren bersepeda di tengah pandemi,manfaat bersepeda pagi hari,manfaat bersepeda untuk kesehatan,manfaat bersepeda bagi wanita
Jangan bersepeda hanya karena tren, tapi rasakan sendiri manfaatnya (dokpri)

Alih-alih menikmati, yang kita dapatkan justru stres, betul kan? Pandangan kita harus fokus terpaku ke depan, tak boleh tengok kiri tengok kanan. Meleng sedikit, bisa-bisa kita menabrak pengendara lain yang ada di depan.

Lain halnya bila kita bersepeda. Karena santai dan tidak terburu waktu, kita bisa menikmati perjalanan dari awal sampai ke tempat tujuan. Sambil mengayuh pedal kita bisa menikmati apa yang terlihat oleh pandangan mata.

Berbagai peristiwa yang saya jumpai selama mengayuh pedal sepeda itu seringkali menerbitkan banyak inspirasi, baik untuk bahan baku tulisan maupun pembelajaran dan peningkatan diri.

Nah, itu tadi 3 manfaat luar biasa yang kita dapatkan saat bersepeda. Jangan jadikan bersepeda hanya untuk mengikuti tren saja, tapi rasakan sendiri manfaat dan kenikmatan yang bisa kita dapatkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *